Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK)
A.
Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Menjadi
Guru PAK yang profesional ditentukan beberapa hal, antara lain kualitas guru
itu sendiri. Menuju Guru PAK yang berkualitas harus terus menerus meningkatkan
kemampuan dengan senantiasa membenahi diri dengan berbagai ilmu pengetahuan,
menguasai bidang studinya dan mengerti bagaimana mengelola aktivitas belajar
menjadi efektif.
Kualitas
guru PAK diengaruhi oleh falsafah atau pandangan hidup yang dianutnya,
kepribadian dan dipengaruhi oleh apa yang diketahuinya terutama tentang tugas
keguruannya. Memperbaiki kualitas Guru PAK tidak cukup hanya peningkatan
kualifikasi pendidikan, pelatihan-pelatihan ketrampilan mengajar atau melalui
kegiatan sertifikasi Guru.
a.
Falsafah Hidup
Pembentukan
falsafah atau pandangan hiduk guru PAK dikembangkan berdasarkan konsep
metafisika, epistemology dan aksiologi Alkitab. Metafisika (Bahasa Yunani: μετά (meta)
= "setelah atau di balik", φύσικα (phúsika) = "hal-hal di
alam") adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan
asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab
pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di
dalam semesta? Cabang utama
metafisika adalah ontologi, studi mengenai kategorisasi
benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. Ahli metafisika juga
berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk
keberadaan, kebendaan, sifat, ruang, waktu,
hubungan sebab akibat, dan kemungkinan.
Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme
(pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal,
sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu
yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya
tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta
hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan. Epistemologi atau Teori
Pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan,
pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan
mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut
diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode,
diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode
kontemplatis dan metode dialektis.
Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan
bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi berasal dari kata Yunani: axion (nilai) dan logos
(teori), yang berarti teori tentang nilai. Pertanyaan di wilayah ini
menyangkut, antara lain:
- Untuk apa
pengetahuan ilmu itu digunakan?
- Bagaimana
kaitan antara cara penggunaannya dengan kaidah-kaidah moral?
- Bagaimana
penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?
- Bagaimana
kaitan metode ilmiah yang digunakan dengan norma-norma moral dan
professional? (filsafat etika).
Maka
Guru PAK yang professional dipengaruhi oleh falsafah hidup yang dianut terutama
tentang ajaran Alkitab tentang realitas, Tuhan, manusia dalam alam semesta,
pemahaman isi Alkitab tentang kebenaran, kebaikan dan kejahatan, keindahan,
juga tentang panggilan dan tanggungjawab hidup manusia.
b.
Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan
cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi
dengan individu lain. Kepribadian paling
sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan
oleh seseorang. Disamping itu kepribadian sering diartikan
dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang
pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan
atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan
semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”
Berbicara tentang
kepribadian Guru PAK atau kepribadian sesuai dengan Alkitab merupakan
pembahasan yang sangat luas dan kompleks, karena hal ini merupakan tugas dan
fungsi akhir dari tujuan pendidikan Kristen, sebagaimana Rasul Paulus
maksudkan, yaitu :“…..sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan
pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi
anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh
permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan
teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala
hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala”. (Efesus 4: 13-15).
Guru PAK, selain
menuntun kehidupan kepada orang-orang
yang dididik, mereka mereka juga harus memiliki hidup di dalam didirinya yang
sudah dilahirkan kembali. Mereka juga membentuk karakter, watak, kebiasaan atau
kepribadian siswanya. Kepribadian seseorang merupakan pekerjaan Roh Kudus
melalui Firman yang kita beritakan atau kabarkan; melalui Injil yang kita
tegakkan sebagai pusat iman, kita ‘melahirkan’ mereka melalui kuasa Injil dan
Firman oleh Roh Kudus di dalam kuasa Allah. Maka sebagai akhir tujuan
Pendidikan Agama Kristen, mereka memiliki kepribadian atau karakter Kristus.
Untuk membangun kepribadian Guru PAK yang sesuai dengan
Alkitab, maka harus belajar dari Tuhan Yesus sebagai Guru Agung kita. Dia bukan
hanya mengajar, sebagaimana dilakukan oleh Ahli Taurat dan orang Farisi, tetapi
Dia mengajar dengan penuh hikmat kuasa seperti disaksikan oleh Matius,
"Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu
mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa,
tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. (Matius 7:28-29). Sebagai hasil
pengajaranNya, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia (Matius 8:1).
Selanjutnya Beberapa kepribadian Kristen yang dicontohkan dan dilakukan Yesus
Kristus sebagai Guru dan Juruselamat dapat dilihat dalam Alkitab Perjanjian
Baru
Dalam Perjanjian
Baru tugas mengajar sangat penting yang dapat dipahami dari kehidupan dan
pelayanan Yesus Kristus sendiri karena PAK tidak terlepas dari Sang Guru Agung,
yaitu Tuhan Yesus Kristus bahwa Ia adalah guru yang datang dari Allah (Yohanes
3:2). Sebagai guru, Yesus sangat diperhitungkan keahlian-Nya oleh rakyat
Yahudi, sehingga menyebut sebagai RABBI. Suatu gelar kehormatan yang menyatakan
betapa ia dikagumi oleh semua orang karena Yesus sendiri dengan tegas mengakui
diri-Nya sebagai guru kepada murid-muridnya. “Kamu menyebut aku Guru dan Tuhan,
dan katamu itu tepat. Memang Akulah Guru dan Tuhan (Yohanes 13:13).
Tuhan
Yesus layak disebut Guru Agung atau Rabbi karena semua pengajarannya disertai
dengan kuasa, otoritas, wibawa, mujizat sehingga orang yang mendengar
pengajaranNya menjadi terpukau dan memberi tanggapan positif. Tuhan Yesus
adalah Guru yang tiada taranya dimana seluruh kehidupan dan pengajaran yang
mulia sampai akhir hidupnya yakni menyelamatkan manusia dari segala dosa. Dalam
hal ini John. M. Nainggolan mengemukakan 10 hal mengenai kehidupan Yesus yang
perlu diteladani oleh seorang guru PAK dalam membangun pribainya diantaranya:
- Yesus memiliki tujuan di dalam mengajar yaitu pertobatan dan pembaharuan hidup serta kekuatan akan firman Allah yang dipraktekkan dalam hidup sehari-hari.
- Yesus memiliki kedekatan dengan murid-murid-Nya Sebagian besar waktu-Nya di habiskan bersama murid-murid sehingga Yesus mengenal pribadi murid-muridnya.
- Yesus
menggunakan metode yang kreatif dan kontektual Yesus mengajar lewat pengalaman
hidup orang yang mendengarkannya dengan keadaan orang yang ada dihadapannya.
- Yesus mengajar dengan menjawab kebutuhan. Yesus memperlihatkan kesesuain antara perkataan dan perbuatan yang sangat berbeda dengan para ahli Taurat.
- Yesus konsisten dengan kebenaran karena pengajarannya adalah kebenaran yang dinyatakan dengan penuh cinta kasih, sesuai yang diungkapkan dalam Yohanes 14 : 6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup……”.
- Yesus
sabar dalam menghadapi keanekaragaman karakter murid-murid.
Yesus memiliki 12 murid dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda tetapi dengan penuh kesabaran Yesus mengajar dan membimbing para murid supaya dengan pengajaran Yesus para murid menjadi manusia yang terdidik dan berkepribadian kuat. Yesus memiliki 12 murid dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda tetapi dengan penuh kesabaran Yesus mengajar dan membimbing para murid supaya dengan pengajaran Yesus para murid menjadi manusia yang terdidik dan berkepribadian kuat. - Yesus
mengajar secara dinamis. Pengajaran Yesus selalu membangkitkan perasaan ingin
tahu yang besar sehingga mendorong murid-murid untuk mencari tahu setiap firman
yang diajarkannya.
- Komitmen
Yesus dalam panggilannya sebagai pengajar.
Melalui pengajarannya terdapat kesempatan yang mulia untuk membina
cita-cita pandangan dan kelakuan orang-orang sehingga pengajaran sebagai alat
pembaharuan hidup. Oleh karena itu Yesus dikenal sebagai guru, tuan dan rabbi
seperti pengakuan Nikodemus,”Rabbi kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru
yang diutus Allah”. (Yohanes 3 : 2).
- Yesus
mengerti dan memahami firman Allah bagi semua umat manusia.
Dengan hal diatas maka guru PAK harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan. Selain itu perlu memahami pribadi Yesus memperlengkapi dirinya dengan firman Allah. Sejak kecil Yesus belajar Firman Allah dengan sungguh-sungguh dirumah ibadah sehingga Yesus sangat menguasainya dan Yesus sanggup menjawab pertanyaan iblis dengan firman Allah. Lukas 4 : 16. Dengan hal diatas maka guru PAK harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan. Selain itu perlu memahami pribadi Yesus memperlengkapi dirinya dengan firman Allah. Sejak kecil Yesus belajar Firman Allah dengan sungguh-sungguh dirumah ibadah sehingga Yesus sangat menguasainya dan Yesus sanggup menjawab pertanyaan iblis dengan firman Allah. Lukas 4 : 16. - Yesus
rela membayar harga yang sangat mahal. Yesus sebagai Guru Agung yang rela
berkorban demi menebus dosa manusia bahkan mati di salib bagi seluruh umat
manusia.
Guru PAK harus
menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan.
Selain itu perlu memahami pribadi Yesus sebagai guru yang harus diteladani
dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelaksanaan tugas keguruan dalam
upaya pembinaan iman kristen siswa, sebagai konsekuensi dari tugas panggilan,
yaitu harus hidup dalam iman.
Tugas:
Tuhan Yesus adalah
seorang Guru Agung. Untuk dapat meneladani cara Tuhan Yesus mengajar!
1.
Tuliskan yang dilakukan Yesus ketika mengajar di dunia ini.
2.
Berikan Natsnya sebagai landasannya.
3.
Bagaimana Guru
PAK harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah
Yesus ajarkanNya.
Contoh:
Tuhan Yesus memakai pengalaman
pendengar-pendengar-Nya untuk mengajar mereka.
Sebagai dasar untuk ajaran yang baru, Ia menyebut
hal-hal yang lazim dialami tiap orang, peristiwa-peristiwa dari hidup sehari-
hari yang pasti akan dimengerti oleh setiap pendengar-Nya. Umpamanya, menanam
benih (Matius 13:1-9), memasang lampu (Matius 5:15-16), mencari sesuatu yang
hilang (Lukas 15:1-10). Hal-hal seperti itu dapat dimengerti, dan juga akan
mengingatkan mereka kepada ajaran itu tiap kali mereka melakukannya lagi.
Guru pendidikan Agama Kristen harusnya
dapat ditiru baik dalam sikap, perkataan dan perbuatannya sehari-hari.contohnya
mendengar keluhan peserta didik. Apabila guru PAK tidak menghayati profesinya
sebagai guru Agama Kristen bisa menjadi batu sandungan di dalam kehidupannya
khususnya di sekolah yang akan memengaruhi peserta didik dalam proses
pembelajaran. Salah satu peran guru adalah menjadi panutan bagi peserta didik.
Seperti peribahasa “Guru
kencing berdiri, murid kencing
berlari”. Maksudnya seorang murid biasanya akan meniru yang dilakukan gurunya.
Apabila guru tidak menjadi contoh yang baik maka peserta didik akan lebih buruk
lagi kelakuannya dan akan memengaruhi tingkah lakunya dengan tingkahlaku yang tidak
baik maka hasil belajarnya tidak maksimal. maka sebagai guru dengan
mematuhi kode etik guru dengan mendengar segala yang terjadi dalam proses pembelajaran.

Komentar
Posting Komentar